Jumat, 21 Februari 2014

PALAPASS dan WANADRI

Berkembang adalah suatu hal yang mutlak harus dilakukan oleh setiap individu. Untuk mencapai suatu titik kembang pun perlu dicapai dengan berbagai cara. Organisasi PALAPASS pun punya keinginan untuk mengembangkan kemampuannya. Ya tentu saja di bidang yang PALAPASS geluti, yaitu olahraga alam bebas. Pada awal Januari kemarin PALAPASS bekerjasama dengan WANADRi untuk melaksanakan kegiatan “Pelatihan Eksternal”.

Wanadri dipilih PALAPASS dalam pelatihan ini karena PALAPASS menganggap Wanadri adalah salah satu perhimpunan pecinta alam yang eksistensinya cukup baik. Wanadri adalah sebuah sebuah organisasi pecinta alam yang berdiri pada tahun 1964 dan berkedudukan di Bandung. Salutnya, hingga sampai tahun 2014 ini Wanadri mampu bertahan, meskipun kini semakin banyak organisasi-organisasi lain yang mempunyai visi dan misi yang hampir sama.

Seperti yang kita tahu juga, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keindahan alam yang tersebar di berbagai pulaunya. Indonesia pun merupakan satu-satunya negara yang dikelilingi ‘Cincin Api’. Cincin api adalah sebutan bagi gunung-gunung berapi yang tentunya masih aktif dan letaknya mengelilingi wilayah Indonesia dan membentuk satu lingkaran seperti cincin. Maka dari itu pantaslah jika di Indonesia memiliki orang-orang yang menamakan dirinya ‘Pecinta alam / Penikmat alam’.

PALAPASS sebagai salah satu organisasi pecinta alam merasa perlu melakukan pengembangan bagi para anggotanya, dan lewat pelatihan inilah salah satu caranya. Pelatihan ini juga ingin menunjukan sebuah keseriusan PALAPASS dalam menggeluti bidang yang dipilih oleh organisasi ini. Bertepatan dengan tanggalan merah  yaitu tanggal 14 Januari 2013, hari itulah yang dipilih PALAPASS untuk mengadakan pelatihan itu, dan diadakan di Ruang Yohanes, Paroki Salib Suci.

Materi yang dibahas dalam pelatihan itu adalah “Materi Manajemen Perjalanan dan Materi Manajemen Perlengkapan dan Perbekalan”. Kedua materi yang cukup mendasar dalam pelatihan organisasi yang menggeluti kegiatan alam bebas ini dirasa memang perlu terus menerus didalami. PALAPASS merasa lewat kedua materi itu PALAPASS mempunyai bekal ilmu yang cukup matang untuk mengurangi resiko kecelakaan di gunung, atau ketika melakukan kegiatan PALAPASS lainnya.

Ketika kegiatan pelatihan ini berlangsung, suasananya cukup kondusif. Tanpa diduga-duga, masih begitu banyak hal yang belum diketahui anggota PALAPASS tentang kedua materi itu. Itu terlihat lewat lontaran pertanyaan-pertanyaan dari para anggota PALAPASS kepada si mediator, anggota WANADRI.

“Mas, sebaiknya ketika melakukan pendakian makanan apa saja yang seharusnya kita bawa?” Tanya Elroy Fransiskus, salah satu anggota PALAPASS. Nampaknya pertanyaan ini cukup mudah di jawab oleh semua orang yang mendaki gunung. Tapi Tio, mediator WANADRI itu menjawab, “Itu semua tergantung kebutuhan kita sendiri mas, dan yang terpenting dalam hitungan satu hari tubuh manusia memerlukan kalori sebesar 3000 s/d 3500 kalori.

PALAPASS bermimpi jika suatu saat mampu menjadi besar seperti WANADRi. Lewat kegiatan pelatihan ini, PALAPASS mendapat bekal ilmu tambahan bagi para anggotanya. PALAPASS juga berharap jika komunitas pecinta alam lain juga seharusnya memiliki bekal yang mumpuni sebelum melakukan kegiatan alam bebas, ini juga berguna untuk mengurangi tingkat kecelakaan di gunung yang cukup tinggi. Sampai saat ini yang kita tahu juga masih begitu banyak kecelakaan di gunung yang ketika ditelusuri kebanyakan penyebabnya adalah kecerobohan dari para pendaki.


SALAM LESTARI!!!