Perayaan ekaristi
ternyata tidak harus selalu diselenggarakan di dalam sebuah gereja. PALAPASS baru-baru
ini telah membuat sebuah perayaan ekaristi yang sedikit berbeda, karena
mengadakannya di sebuah alun-alun terbesar di Tanah Jawa, yaitu di Alun-alun
Surya Kencana di ketinggian 2700 mdpl di dalam kawasan Taman Nasional Gede
Pangrango pada 24 – 27 Mei 2014 yang lalu.
Perayaan ekaristi /
misa alam ini mengundang seluruh OMK se-KAJ. Namun kenyataannya acara ini tidak
hanya menarik minat dari OMK saja, tapi telah berhasil menarik minat dari salah
seorang lansia yang berumur 60 tahun ke atas dari paroki. Acara ini berhasil
menarik sekitar 130an peserta yang ternyata bukan hanya dari OMK se-KAJ saja
tapi ada OMK yang berasal dari Ponorogo, Rangkas Bitung dan Bandung.
Dengan mengusung tema
acara “Semakin Menghijau Dalam Iman”, acara ini tidak hanya diisi dengan
perayaan ekaristi saja namun juga dengan operasi bersih di beberapa titik yang
penuh sampah di alun-alun itu. Dalam operasi bersih ini bukan hanya peserta
yang mengikutinya, namun Pastor Petrus Hastomo Arbi,CM dan Frater Paulus
Punjung Widodo,Cm pun ikut berpartisipasi.
Seluruh peserta dari misa
alam ini, berkumpul di halaman Gereja Salib Suci pada pukul 20.00 WIB pada
tanggal 24 Mei malam hari. Tepat pukul 22.00 WIB seluruh peserta berangkat dari
Cilincing dengan menggunakan tronton menuju Cipanas. Tepat pada pukul 02.00 WIB
dini hari peserta sampai di Desa Sukatani, Cipanas. Peserta langsung diarahkan
ke area camp ground di kaki Gunung
Putri.
Ketika pagi menjelang,
peserta bergegas melakukan pendakian menuju Alun-alun Surya Kencana tepat pada
pukul 09.00 WIB. Pada saat mendaki peserta dibagi menjadi 6 kelompok, ini
bermaksud agar mempermudah koordinasi perjalanannya. Setelah sekitar 9 jam
perjalanan mendaki, akhirnya para peserta sampai di alun-alun, dan disambut
oleh beberapa panitia advance dengan pemberian welcome drink.
Setelah kemarin para
peserta lelah berjalan, pagi pukul 05.00 dini hari tanggal 26 Mei, para peserta
melakukan summit attack ke puncak
Gunung Gede. Ketika summit attack tidak
semua peserta ikut karena beberapa masih ada yang terlelap dalam tidurnya
karena kelelahan berjalan. Usai dari itu pada pukul 11.00 WIB para peserta
melakukan operasi bersih, sebagai aksi peduli lingkungan sekitar.
Setelah jam makan
siang sekitar pukul 14.00 WIB, perayaan ekaristi dimulai yang dipersembahkan
oleh Romo Petrus Hastomo Arbi,Cm. Perayaan ekaristi ini berlangsung cukup
hikmat, namun sempat diguyur oleh hujan sesaat, anehnya langit kembali cerah
setelah 10 menit berlalu.
Ketika gelap datang,
pada pukul 19.00 WIB para peserta melakukan Doa Rosario yang dipimpin oleh
Frater Paulus Punjung Widodo,CM. Meski harus bertarung sengit dengan dinginnya
udara malam, namun doa tetap berjalan dengan hikmat pula.
Keesokan harinya
perjalanan turun dimulai pada pukul 09.30 WIB dan sampai di Desa Sukatani lagi setelah
5 jam perjalanan. Sesampainya peserta di bawah, langsung diarahkan ke salah
satu warung makan untuk sekedar rehat dan mengisi perut setelah lelah berjalan.
Sebelum gelap datang si bapak supir tronton langsung membawa kami pergi kembali
menuju ke Jakarta, dan akhirnya kembali sampai di Gereja Salib Suci pada pukul
21.00 WIB.