Kamis, 05 Juni 2014

MISA ALAM "Semakin Menghijau Dalam Iman"

Perayaan ekaristi ternyata tidak harus selalu diselenggarakan di dalam sebuah gereja. PALAPASS baru-baru ini telah membuat sebuah perayaan ekaristi yang sedikit berbeda, karena mengadakannya di sebuah alun-alun terbesar di Tanah Jawa, yaitu di Alun-alun Surya Kencana di ketinggian 2700 mdpl di dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango pada 24 – 27 Mei 2014 yang lalu.

Perayaan ekaristi / misa alam ini mengundang seluruh OMK se-KAJ. Namun kenyataannya acara ini tidak hanya menarik minat dari OMK saja, tapi telah berhasil menarik minat dari salah seorang lansia yang berumur 60 tahun ke atas dari paroki. Acara ini berhasil menarik sekitar 130an peserta yang ternyata bukan hanya dari OMK se-KAJ saja tapi ada OMK yang berasal dari Ponorogo, Rangkas Bitung dan Bandung.

Dengan mengusung tema acara “Semakin Menghijau Dalam Iman”, acara ini tidak hanya diisi dengan perayaan ekaristi saja namun juga dengan operasi bersih di beberapa titik yang penuh sampah di alun-alun itu. Dalam operasi bersih ini bukan hanya peserta yang mengikutinya, namun Pastor Petrus Hastomo Arbi,CM dan Frater Paulus Punjung Widodo,Cm pun ikut berpartisipasi.

Seluruh peserta dari misa alam ini, berkumpul di halaman Gereja Salib Suci pada pukul 20.00 WIB pada tanggal 24 Mei malam hari. Tepat pukul 22.00 WIB seluruh peserta berangkat dari Cilincing dengan menggunakan tronton menuju Cipanas. Tepat pada pukul 02.00 WIB dini hari peserta sampai di Desa Sukatani, Cipanas. Peserta langsung diarahkan ke area camp ground di kaki Gunung Putri.

Ketika pagi menjelang, peserta bergegas melakukan pendakian menuju Alun-alun Surya Kencana tepat pada pukul 09.00 WIB. Pada saat mendaki peserta dibagi menjadi 6 kelompok, ini bermaksud agar mempermudah koordinasi perjalanannya. Setelah sekitar 9 jam perjalanan mendaki, akhirnya para peserta sampai di alun-alun, dan disambut oleh beberapa panitia advance dengan pemberian welcome drink.

Setelah kemarin para peserta lelah berjalan, pagi pukul 05.00 dini hari tanggal 26 Mei, para peserta melakukan summit attack ke puncak Gunung Gede. Ketika summit attack tidak semua peserta ikut karena beberapa masih ada yang terlelap dalam tidurnya karena kelelahan berjalan. Usai dari itu pada pukul 11.00 WIB para peserta melakukan operasi bersih, sebagai aksi peduli lingkungan sekitar.

Setelah jam makan siang sekitar pukul 14.00 WIB, perayaan ekaristi dimulai yang dipersembahkan oleh Romo Petrus Hastomo Arbi,Cm. Perayaan ekaristi ini berlangsung cukup hikmat, namun sempat diguyur oleh hujan sesaat, anehnya langit kembali cerah setelah 10 menit berlalu.

Ketika gelap datang, pada pukul 19.00 WIB para peserta melakukan Doa Rosario yang dipimpin oleh Frater Paulus Punjung Widodo,CM. Meski harus bertarung sengit dengan dinginnya udara malam, namun doa tetap berjalan dengan hikmat pula.

Keesokan harinya perjalanan turun dimulai pada pukul 09.30 WIB dan sampai di Desa Sukatani lagi setelah 5 jam perjalanan. Sesampainya peserta di bawah, langsung diarahkan ke salah satu warung makan untuk sekedar rehat dan mengisi perut setelah lelah berjalan. Sebelum gelap datang si bapak supir tronton langsung membawa kami pergi kembali menuju ke Jakarta, dan akhirnya kembali sampai di Gereja Salib Suci pada pukul 21.00 WIB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar