Indonesia yang sangat kaya akan keindahan bentang alamnya, tak sengaja
memunculkan orang-orang yang
berkecimpung di kegiatan alam. Begitu banyak yang sudah terlibat dari
sekedar para penikmat alam sampai sekelompok orang yang menamakan dirinya
pecinta alam.
Apa sebenarnya pecinta alam itu? Dan sejak kapan nama
pecinta alam itu mulai muncul? Jika ingin berbicara soal ini, ada baiknya kita
runtut sejarah tentang pecinta alam.
Nama Soe Hok Gie yang disebut-sebut sebagai aktivis yang tak sengaja memunculkan sebutan ‘Pecinta Alam” bagi sekelompok orang yang mengabdikan hidupnya bagi alam sekitarnya.
Nama Soe Hok Gie yang disebut-sebut sebagai aktivis yang tak sengaja memunculkan sebutan ‘Pecinta Alam” bagi sekelompok orang yang mengabdikan hidupnya bagi alam sekitarnya.
“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”
-Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran.
Beberapa
tahun setelah Gie meninggal, muncullah Kode Etik Pecinta Alam, dan berhasil
disahkan di Ujung Pandang pada 24 Januari 1974.
Namun
sayangnya semakin lama nama pecinta alam semakin disalah gunakan. Penyalah
gunaannya yang mudah terlihat adalah dengan cara vandalisme. Tanpa mampu kita
pungkiri coretan-coretan absurd itu dibuat oleh sekelompok orang yang menamakan
dirinya pecinta alam. Miris sekali nampaknya.
Jika
kita menengok keluar, negara-negara lain tidak ada kumpulan orang yang berani
menamakan dirinya dengan kata “pecinta alam”, karena tanpa disadari tanggung
jawab yang dipikul dari kedua kata itu cukup berat. Biasanya mereka menamakan
dirinya dengan sebutan aktivis lingkungan.
Kini
kelompok-kelompok pecinta alam semakin banyak tersebar di Indonesia. Semoga
saja mereka yang menamakan dirinya pecinta alam mampu memahami dan menjalani
tanggung jawab sebagai pecinta alam sesungguhnya. LESTARI…
22.jpg)
Amin...
BalasHapus