Rabu, 26 Juni 2013

Dua Wajah Untung Jawa

Siapa yang tak kenal dengan jajaran kepulauan kecil yang letaknya di sebelah utara ibukota Jakarta ? Yah benar, jajaran kepulauan itu sering kita sebut dengan Kepulauan Seribu. Banyak pulau-pulau disana yang mempunyai daya tarik pariwisata bagi para pelancong misalnya Pulau Pramuka, Tidung, Bidadari, Pari,dll.

Tahu gak ada salah satu pulau yang mempunyai keunikan tersendiri dan telah mampu menarik para pelancong tuk sekedar mengunjungi pulau itu loh? Mau tahu pulaunya? Hemm.. Pulau yang dimaksud adalah Pulau Untung Jawa, salah satu pulau yang memiliki keunikan dari segi namanya.Nama itu didapat karena pulau ini diketemukan pertama kali oleh sekumpulan orang jawa.

Tidak dari segi nama saja, keunikan lainnya yaitu wisata bakau yang disebut dengan nama Jembatan Bakau. Sebuah hamparan tumbuhan bakau yang tumbuh di pesisir pulau itu dan dapat diakses dengan berjalan kaki atau naik sepeda, karena telah dibangun jalan-jalan kecil seperti jembatan di  atas ladang bakau yang ada.
Luas keseluruhan dari pulau ini yaitu 40,10 Ha.Pulau ini diisi oleh 55 kepala keluarga dan berpenduduk sekitar 1.888 jiwa. Pulau Untung Jawa ini mampu diakses dengan 3 jalur penyebrangan yaitu, jalur Muara angke, jalur Tanjung Pasir dan jalur Rawa Saban.

Pulau ini sebenarnya telah memiliki sistem pembuangan akhir untuk sampah- sampah yang diproduksi oleh masyarakat sekitar dan para pelancong. Namun di bagian barat pulau ini sungguh mengejutkan. Sebuah pulau yang terlihat tertata rapih nan indah di bagian selatannya namun terlihat memprihatinkan di bagian barat pulau itu, karena jutaan sampah yang berserakan.

Sampah yang berserakan memang nampaknya memang bukan merupakan sampah yang sengaja dibuang oleh para pelancong ataupun masyarakat sekitar, namun sampah- sampah yang terbawa ombak dan sampailah di pesisir pantai pulau itu.Sayangnya hal ini tidak mendapat perhatian besar dari pemerintah sekitar.

Sampah itu bukan sengaja terhampar bebas di pesisir pantai, namun telah mengotori ladang bakau yang seharusnya menjadi habitat  dari hewan-hewan laut yang ada.Sungguh miris rasanya melihat lanngsung ke dataran Pulau Untung Jawa itu, karena membuat kata ‘indah’ yang kita lontarkan di awal ketika sampai di pulau itu, menjadi kata ‘indah yang semu’.

Sasaran itulah yang akan dituju lewat kegiatan “FUN IN ISLAND” yang diadakan oleh Pecinta Alam Paroki Salib Suci (PALAPASS) pada 6-7 Juli 2013. Selain kita berlibur, kita juga akan melakukan penanaman bakau dan operasi bersih pulau. Itulah alasan mengapa PALAPASS mengadakan kegiatan ini di Pulau Untung Jawa.

Lewat kegiatan ini PALAPASS berharap akan ada dampak baik yang didapat. Pelestarian alam dan menjaga kebersihan pulau itulah yang menjadi harapan dari kegiatan ini, karena pada dasarnya menjaga alam kita ini tidak hanya di gunung seperti yang sering dilakukan oleh PALAPASS, tetapi dimana pun kita berada kita harus selalu sadar untuk menjaga lingkungan sekitar kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar