Lebih baik satu burung di tangan,
daripada sepuluh burung di pohon. Kata “cintailah lingkunganmu” kadang hanya
menjadi sebuah klise belaka, namun bagi beberapa orang hal ini menjadi cambukan
keras bagi dirinya. Cambukan yang keras itu membuat mereka harus melakukan
sesuatu, daripada tidak sama sekali.
Kita pun pasti sering mendengar
ungkapan kata “Yang muda, yang mencintai lingkungannya”, kata inilah yang di
jadikan oleh Pecinta Alam Paroki Salib
Suci (PALAPASS) sebagai salah satu visi organisasinya. Organisasi yang terbentuk
pada 23 Juni 2003 ini, menjadi salah satu wadah bagi orang muda di paroki
Cilincing, Jakarta Utara untuk mencintai lingkungan dalam tindak nyata.
PALAPASS tergerak karena terjadinya begitu banyak masalah lingkungan yang disebabkan oleh manusia. Sampah, adalah salah satu limbah yang terus menerus diproduksi oleh manusia. Ribuan sampah yang berserakan di lingkungan paroki, menjadi perhatian besar PALAPASS.
Kenapa harus sampah? Selain
menjadi limbah terbesar yang diproduksi manusia, sampah pun biasanya tidak
mendapat perhatian khusus oleh manusia. Dampak buruk dari sampah bagi manusia,
yang paling riskan adalah menjadi sumber penyakit. Maka dari itu PALAPASS
melakukan tindak nyata dengan melakukan kegiatan Operasi Bersih (OPSI) setiap
minggunya.
Mungkin bagi kebanyakan orang
sampah itu hal yang menjijikan, tapi sebagai organisasi orang muda yang
dituntut untuk menjadi agen perubahan, PALAPASS menjadikan sampah sebagai
tanggung jawab manusia terhadap lingkungannya. Para anggota PALAPASS pun
menyebut dirinya sebagai ‘Agen Kebersihan’.
Gebrakan untuk meningkatkan
kesadaran umat akan sampah sudah dilakukan dengan berbagai cara, dan kini
PALAPASS melakukan penimbangan sampah yang berserakan dan yang terkumpul pada
tong-tong sampah. Kegiatan pendaur ulangan sampah juga ingin lebih dikembangkan
seturut berjalannya organisasi ini.
PALAPASS bukan hanya sekedar
melakukan tindak nyata menjaga lingkungannya, tapi organisasi ini juga
melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pecinta alam dengan menikmati serta
mensyukuri atas keindahan alam ciptaan Tuhan, dengan melakukan pendakian gunung
dan kegiatan alam lainnya.
Orang muda memang ditantang agar
menjadi agen perubahan, dan PALAPASS dapat menjadi salah satu wadah perubahan
dalam mencintai lingkungannya bagi Paroki Salib Suci. Siapkah kita yang muda
menerima tantangan ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar